Kapitalis VS Sosialis
Tugas Individu
SISTEM EKONOMI
KAPITALIS VERSUS SOSIALIS
Dipresentasikan
Dalam Mata Kuliah Perbandingan Sistem Ekonomi
Dosen Pengampu
: Anas Malik,S.E.I., M.E.S
Disusun Oleh
Jefri Ari Sandi
1551010208
JURUSAN EKONOMI ISLAM / E / IV
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN
LAMPUNG
2016/2017
KATA
PENGANTAR
Segala puji
bagi Allah SWT. yang telah memberikan karunia-Nya sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah ini dengan judul “ Kapitalis
versus Sosialis” di Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung Program
Studi Ekonomi Islam. Penulis
berharap agar semua pengetahuan dan pengalaman yang telah penulis peroleh dalam
penulisan makalah ini dapat memberikan manfaat dan bekal di hari kemudian.
Atas segala keterbatasan yang dimiliki oleh
penulis apabila ada kesalahan dan kekurangan penulis mohon maaf dan semoga
makalah ini dapat bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Kepada
pihak yang telah membantu,penulis menyampaikan terima kasih. Kritik
dan saran yang membangun sangat penulis harapkan
demi kesempurnaan penulisan karya tulis selanjutnya.
Bandar Lampung, 01 juni 2017
Penulis
DAFTAR
ISI
COVER
KATA PENGANTAR................................................................................... ...... ii
DAFTAR ISI.................................................................................................. ...... iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang.................................................................................... ...... 1
1.2. Rumusan Masalah................................................................................ ...... 1
BAB II PEMBAHASAN
2.1. Sistem Ekonomi Kapitalis................................................................... ...... 2
2.2. Sistem Ekonomi Sosialis...................................................................... ...... 4
2.3. Perbandingan Sistem Ekonomi
Kapitalis dan Sosialis........................ ...... 8
BAB III PENUTUP
3.1. Kesimpulan.......................................................................................... ...... 13
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Sistem ekonomi
Kapitalisme dan sistem ekonomi Sosialisme mempunyai ciri-ciri yang berbeza.
Kebanyakkannya negara telah mengamalkan sistem ekonomi Kapitalisme untuk
meningkatkan lagi tahap ekonomi dan meningkatkan keuntungan dari segi kemajuan
ekonomi bagi sesebuah negara dan sistem Kapitalisme mendominasi ekonomi dunia.
Kapitalisme
didefinisikan sebagai sistem pasaran ekonomi bebas yang telah diperkenalkan di
negara Eropah daripada abad ke-16 hingga abad ke-19. Konsep Kapitalisme lebih
tertumpu kepada modal yang dimiliki seperti modal pengeluaran iaitu wang,
harta, bangunan, dan mesin untuk mengoperasikan kilang dan ladang. Contoh
negara yang mengamalkan Kapitalisme seperti negara Amerika Syarikat, United
Kingdom, Australia, Perancis, Kanada dan Jerman.
Sosialisme pula
didefinisikan sebagai sistem yang mementingkan ekonomi secara kerjasama dan
khidmat sosial iaitu hak milik bersama antara individu dan juga negara
(kerajaan). Sebagai contoh, pemberian gaji kepada buruh adalah sama dan
dibahagi kepada pendapatan negara secara sama nilainya. Sosialisme berlaku
secara evolusi iaitu perubahan mengikut perkembangan sejarah tanpa perubahan
yang mendadak kerana sosialisme berlaku apabila wujud konflik dan revolusi
daripada masyarakat yang tidak berpuas hati dengan sistem ekonomi yang telah
wujud menyebabkan mereka berasa ditindas. Contoh negara yang mengamalkan sistem
ekonomi secara sosialisme ialah negara Rusia yang percaya kebajikan masyarakat
dapat dicapai jika melalui memiliknegarakan harta.
1.2. Rumusan Masalah
A. Bagaimana sistem
ekonomi kapitalis ?
B. Bagaimana sistem
ekonomi sosialis ?
C. Apakah
perbedaan antara sistem ekonomi kapitalis dan sosialis ?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1.Sistem Ekonomi Kapitalis
Sistem ini dikenali sebagai sistem
perusahaan bebas.Di bawah sistem ini seseorang individu berhak menggunakan dan
mengawal barang-barang ekonomi yang diperolehinya. Mencegah orang lain dari
menggunakan barang-barang itu dan memutuskan bagaimana barang-barang itu
diuruskan setelah dia mati.
Dalam hal ini individu bebas berbuat
apa sahaja dengan harta kekayaannya asal sahaja kegiatannya tid ak mengganggu
hak orang lain. Oleh kerana hak-hak memiliki harta dibenarkan oleh masyarakat,
keseluruhannya hak-hak ini boleh dibatasi melalui tindakan masyarakat.
Persaingan dianggap sebagai daya
penggerak untuk menghasilkan operasi yang cekap. Pada umumnya persaingan dalam
sistem kapitalis ini merupakan daya yang kuat dan dibenarkan berjalan lebih
bebas berbanding dengan sistem-sistem ekonomi yang lain.
A.
Pilar-Pilar Sistem Ekonomi Kapitalis
System ekonomi kapitalis merupakan suatu system yang
menyandarkan diri sepenuhnya pada :
1.
Hak milik Swasta (Private
Property). lembaga ini merupakan elemen pokok dari kapitalisme, Ia menjamin
bahwa setiap orang mempunyai hak untuk mencapai barang-barang ekonomi dan
sumber-sumber daya melalui cara yang legal, mengadakan perjanjian-perjanjian
sehubungan dengan penggunaannya dan apabila perlu menjualnya.
2.
Dibina oleh tangan yang tak terlihat
(The Invisibel Hand). Prinsip tersebut menyatakan bahwa untuk mencapai
hal yang terbaik untuk masyarakat.Setiap individu dalam sebuah masyarakat
kapitalistik dimotivasi oleh kekuatan-kekuatan ekonomi sehingga ia akan
bertindak sedemikian rupa untuk mencapai kepuasan terbesar dengan pengorbanan
atau biaya yang sekecil-kecilnya.
3.
Individualisme ekonomi Laissez-Faire. Pernyataan ini menjadi
kata kunci kapitalisme. Dalam arti bahwa tiadanya intervensi pemerintah akan
menyebabkan timbulnya individualisme ekonomi dan kebebasan ekonomi
4.
Persaingan dan pasar-pasar bebas (free
market competition). Prinsip bekerjanya mekanisme pasar menyebabkan
terjadinya persaingan. Persaingan terjadi antara penjual barang-barang yang
serupa untuk menarik pembeli; antara pembeli untuk mencapai barang-barang yang
mereka inginkan; antara pekerja untuk memperoleh pekerjaan, antara pihak
majikan untuk memperoleh pekerja, antara pembeli dan penjual sumber-sumber daya
untuk mencapai syarat yang sebaik-baiknya.
B.
Kerangka Dasar Sistem Ekonomi
Kapitalis
1.
Kelangkaan (Scarcity)
sumber-sumber ekonomi. Terciptanya kelangkaan oleh karena adanya benturan
antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan terbatasnya (langkanya)
barang-barang ekonomi yang tersedia.
2.
Pandangan tentang nialai (value)
barang. Dalam sistem ekonomi kapitalis nilai merupakan sesuatu yang sangat
urgen. Karena nilai merupakan suatu sarana untuk melihat faedah suatu barang
dan jasa, juga untuk menentukan kemampuan produsen dan konsumen.
3.
Peranan harga dalam sistem ekonomi
kapitalis. Dalam sistem ekonomi kapitalis, harga mempunyai peranan dalam
kegiatan produksi, konsumsi, dan distribusi melalui struktur harga.
C. Ciri-ciri
Sistem Ekonomi Kapitalis
Ciri-ciri
ekonomi kapitalis dapat dikemukakan sebagai berikut dibawah ini:
1.
Pengakuan yang luas atas hak-hak
pribadi dimana pemilikan alat-alat produksi ditangan individu dan individu
bebas memilih pekerjaan/usaha yang dipandang baik bagi dirinya.
2.
Perekonomian diatur oleh mekanisme
pasar dimana pasar berfungsi memberikan “signal” kepada produsen dan konsumen
dalam bentuk harga-harga.
3.
Campur tangan pemerintah diusahakan
sekecil mungkin.
4.
Motif yang menggerakkan perekonomian
mencari laba.
5.
Manusia dipandang sebagai mahluk homo-economicus,
yang selalu mengejar kepentingan sendiri.
Adapun
ciri-ciri lain sistem ekonomi kapitalis sebagai berikut.
1.
Semua alat dan sumber produksi
berada di tangan perseorangan, masyarakat, atau perusahaan. Dengan demikian,
masing-masing orang bebas mengalokasikan sumber daya yang dimiliki sesuai
bakat, keahlian, dan keinginannya (free property).
2.
Adanya pembagian kelas dalam
masyarakat, yaitu kelas pekerja (buruh) dan pemilik modal. Kaum pekerja pada
umumnya tergantung pada keberadaan pemilik modal. Para pemilik modal inilah
yang mendirikan usaha dan menggerakkan perekonomian dalam sistem pasar bebas.
3.
Adanya persaingan antarpengusaha
untuk memperoleh laba sebesar-besarnya (profit motive). Bagi para pengusaha,
laba merupakan sumber pengumpulan (akumulasi) modal. Laba yang tinggi
berarti membuka kesempatan untuk memperluas usaha.
4.
Pemerintah tidak melakukan campur
tangan dalam pasar, sehingga penentuan harga terjadi karena mekanisme pasar,
yaitu hubungan antara permintaan (demand)
dan penawaran (supply). Campur tangan negara dibatasi pada hal-hal yang
tidak dapat diusahakan swasta namun menjadi syarat terselenggaranya pasar
bebas, misalnya keamanan negara.[1]
2.2. Sistem Ekonomi
Sosialis
Sosialisme
adalah suatu ideologi yang menjadi gerakan yang hendak mengubah struktur kepemilikan
masyarakat secara politis, serta ingin membangun suatu masyarakat baru atas
dasar berbagai aliran dalam sosialisme. Pada Abad ke‑19 dan ke‑20, sosialisme
merupakan salah satu jawaban terhadap krisis sosial akibat industrialisasi dan
cara produksi kapitalis. Sosialisme mau menggantikan sistem kapitalis dengan
suatu tatanan masyarakat yang lain. Sosialisme berpendapat bahwa manusia
sebenarnya tak hanya bersifat egoistis, melainkan juga sosial. Manusia mampu
mewujudkan hidup dalam kebersamaan yang akrab asal diberi kesempatan. Halangan
utama adalah hak milik pribadi yang tidak terbagi rata. Ciri khas sosialisme
ialah tuntutan penghapusan atau pembatasan hak milik pribadi sebagai sarana
utama untuk membangun suatu masyarakat yang sekaligus bebas dan selaras. Cara
mencapai tujuan berbeda-beda menurut macam-macam aliran sosialisme. Sosialisme
ada yang ateis dan ada yang religius. Sosialisme Marxis (Karl Marx 1818-1883)
yang menganggap dirinya sebagai “sosialisme ilmiah” bersifat ateis. Sosialisme
tidak identik dengan Marxisme. Sosialisme yang bersumber pada ideologi
Pancasila adalah sosialisme yang relegius. Hak milik perseorangan diakui tetapi
mempunyai fungsi sosial.
Menurut Marx, tidak
ada tempat bagi kapitalisme didalam kehidupan, maka upaya revolusioner harus
dilakuakan untuk menghancurkan kapitalisme, alat-alat produksi harus dikuasai
oleh Negara guna melindungi rakyat.Kritik Marx atas kapitalisme ini
diimplementasikan oleh Lenin dalam bentuk institusi Negara. Pada awal mulanya
Lenin mengutarakan beberapa hal yang harus dilakukan untuk mensosialisasikan
paham baru kepada masyarakat Rusia setelah jatuhnya pemerintahan lama antara
lain: Pertama,menggunakan propaganda bahwa komunisme adalah partai rakyat.
Kedua, adanya infiltrasi organisasi-organisasi masyarakat, dan Ketiga,
kekerasan, hal itu dilakukan untuk mengembangkan idiologi Lenin dalam
masyarakat yang harus dimerdekakan dari penindasan pasar Rusia.[2]
A. Faktor-faktor
yang mendorong lahirnya sosialisme
1. Karena
adanya revolusi industri.
2. Karena
bangkitnya kaum borjuis (majikan) dan kaum proletar (buruh).
3. Munculnya
pemikiran-pemikiran baru yang lebih terpelajar dan lebih rasional terhadap kehidupan
manusia dan masyarakat.
4. Adanya
tuntutan-tuntutan berlakunya demokrasi dari hasil Revolusi Perancis.
B.
Prinsip Dasar Sistem Ekonomi Sosialis
1.
Dalam sistem ekonomi sosialisme mempunyai beberapa
prinsip dasar sebasagai berikut: Pemilikan Harta oleh Negara Seluruh bentuk
produksi dan sumber pendapatan menjadi milik masyarakat secara keseluruhan. Hak
individu untuk memiliki harta atau memanfaatkan produksi tidak diperbolehkan.
2.
Kesamaan Ekonomi Sistem ekonomi sosialis menyatakan,
(walaupun sulit ditemui disemua Negara komunis) bahwa hak-hak individu dalam
suatu bidang ekonomi ditentukan oleh prinsip kesamaan. Setiap individu
disediakan kebutuhan hidup menurut keperluan masing-masing.
3.
Disiplin Politik Untuk mencapai tujuan diatas,
keseluruhan Negara diletakkan dibawah peraturan kaum buruh, yang mengambil alih
semua aturan produksi dan distribusi. Kebebasan ekonomi serta hak kepemilikan
harta dihapus. Aturan yang diperlakukan sangat ketat untuk lebih
menggefektifkan praktek sosialisme. Hal ini yang menunjukkan tanpa adanya upaya
yang lebih ketat mengatur kehidupan rakyat, maka keberlangsungan system
sosialis ini tidak akan berlaku ideal sebagaimana dicita-citakan oleh Marx, Lenin
dan Stalin.
C.
Ciri-ciri sistem ekonomi Sosialis
1.
Lebih mengutamakan kebersamaan (kolektivisme).
Masyarakat
dianggap sebagai satu-satunya kenyataan sosial,sedang individu-individu fiksi
belaka. Tidak ada pengakuan atas hak-hak pribadi (individu) dalam sistem
sosialis.
2.
Peran pemerintah sangat kuat.
Pemerintah
bertindak aktif mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga tahap pengawasan. Alat-alat
produksi dan kebijaksanaan ekonomi semuanya diatur oleh negara.
3.
Sifat manusia ditentukan oleh pola produksi.
Pola
produksi (aset dikuasai masyarakat) melahirkan kesadaran kolektivisme
(masyarakat sosialis). Pola produksi (aset dikuasai individu) melahirkan
kesadaran individualisme (masyarakat kapitalis).
Teori pertentangan kelas tidak berlaku umum Tidak banyak kasus, hanya terjadi pada saat revolusi industri (abad pertengahan) dan revolusi Bolsevik tahun 1917). Di India banyak kasta, tapi tidak pernah terjadi revolusi sosial.
Teori pertentangan kelas tidak berlaku umum Tidak banyak kasus, hanya terjadi pada saat revolusi industri (abad pertengahan) dan revolusi Bolsevik tahun 1917). Di India banyak kasta, tapi tidak pernah terjadi revolusi sosial.
4.
Tidak ada kebebasan memilih pekerjaan.
Maka
kreativitas masyarakat tehambat, produktivitas menurun, produksi dan
perekonomian akan berhenti.
5.
Tidak ada insentive untuk kerja keras.
Maka
tidak ada dorongan untuk bekerja lebih baik, prestasi dan produksi menurun,
ekonomi mundur.
6.
Tidak menjelaskan bagaimana mekanisme ekonomi
7.
Karl Marx hanya mengkritik keburukan kapitalisme, tapi
tidak menjelaskann mekanisme yang mengalokasikan sumber daya di bawah
sosialisme.[3]
2.3.Perbedaan Sistem Ekonomi Kapitalis dan
Sosialis [4]
Kategori
|
Kapitalisme
|
Sosialisme
|
Hak milik
|
Hak milik individu dan persendirian
|
Hak milik bersama kerana mementingkan kebajikan
bersama
|
Kaedah pasaran
|
Pasaran bebas untuk mengeluarkan produk dalam
pasaran
|
Ditentukan oleh kerajaan kerana terikat dengan
undang-undang dan dasar Sosialisme
|
Sistem pemberian gaji
|
Pemberian gaji mengikut kualiti dan buruh menerima
gaji lebih sebagai bonus
|
Pengagihan gaji secara saksama walaupun buruh
bekerja lebih
|
Sosio-ekonomi masyarakat
|
Tahap kehidupan yang tinggi
|
Kualiti barangan yang rendah dalam pasaran
|
Pencapaian buruh untuk bekerja
|
Ada motivasi dan matlamat untuk meningkatkan
kemahiran
|
Tiada motivasi daripada buruh untuk lebih mahir lagi
|
Kaedah urusan dalam sistem ekonomi
|
Perlu berusaha sendiri untuk memiliki kekayaan
terutama golongan yang kaya semakin kaya, golongan yang miskin semakin miskin
|
Menggunakan kaedah orang tengah dalam berurusan
sistem Sosialisme
|
A. Hak milik
Sistem Kapitalisme menekankan konsep ekonomi hak milik
persendirian iaitu setiap individu yang memilki harta adalah milik secara
individu misalnya, pemilikan tanah secara individu dan tiada pihak lain yang
akan mendapat sebahagian keuntungan yang dimiliki. Ciri hak milik individu ini
dapat meningkatkan keuntungan dengan mengaut hasil kekayaan iaitu dengan hasil
usaha individu itu sendiri tanpa melibatkan bantuan dan tidak perlu memberi
sebahagian hasil yang dimilikinya kepada pihak yang lain. Ciri hak milik
mengikut sistem ekonomi Sosialisme adalah berbeza kerana sistem ekonomi
Sosialisme mempunyai ciri hak milik bersama kerana kekayaan sumber yang sedia
ada adalah hak milik bersama dan negara.
Sehubungan dengan ciri hak milik bersama dalam sistem
ekonomi sosialisme ini, menunjukkan bahawa terdapatnya kesaksamaan pekerjaan
dan keuntungan. Hal ini bermaksud, masyarakat tidak memiliki kelebihan untuk
memiliki pekerjaan yang lebih baik kerana keuntungan yang dimiliki tidak dapat
dirasai kerana semua faedah keuntungan dibahagikan sama rata.
B. Kaedah pasaran
Kapitalisme menggunakan kaedah pasaran yang bebas
iaitu kebebasan kepada pihak pengeluar dan pembeli dalam pasaran diberi hak dan
kuasa dalam sistem ekonomi Kapitalisme. Melalui konsep penawaran dan permintaan
ini akan memberi peluang kepada pengeluar untuk mencari jalan mendapatkan
keuntungan dengan mengenalpasti jenis produk yang ditawarkan kepada pembeli
samada memenuhi kehendak dan keperluan pembeli. Oleh itu, dalam sistem ekonomi
Kapitalisme, pengeluar bebas mengeluarkan produk dalam pasaran kerana semakin
tinggi pengeluar menawarkan produk semakin tinggi persaingan pengeluar untuk
mengeluarkan pengeluaran yang lebih bermutu dan berkualiti kepada pengguna.
Manakala dalam sistem ekonomi Sosialisme telah menolak
ciri kaedah pasaran bebas yang diterangkan dalam Kapitalisme kerana sistem
ekonomi Sosialisme mempunyai kaedah pasaran yang ditentukan oleh kerajaan dan
tiada pasaran bebas seperti kapitalisme. Hal ini disebabkan sistem ekonomi
Sosialisme lebih bersifat demokrasi terutama mementingkan hak golongan
proletariat yang seharusnya turut mempunyai hak untuk memiliki kekayaan. Oleh
itu, dalam sistem ekonomi Sosialisme mengawal kegiatan industri dan
menggantikan prinsip pasaran bebas dengan prinsip kebajikan sosial.
C. Sistem pemberian gaji
Ciri perbezaan yang amat ketara antara sistem ekonomi
Kapitalisme dengan sistem ekonomi Sosialisme adalah ciri sistem pemberian gaji.
Sistem pemberian gaji dalam Kapitalisme adalah mengikut kualiti yang dihasilkan
oleh buruh dan buruh mempunyai hak untuk mendapatkan gaji lebih sebagai bonus
yang dimiliki daripada pemberian majikan yang dikenali sebagai ganjaran kerana
bekerja dengan lebih baik berbanding pekerja-pekerja yang lain. Dalam sistem
ekonomi Kapitalisme memberi hak kepada individu yang mempunyai kemahiran yang
diperlukan daripada majikan akan mendapat gaji yang lebih tinggi. Oleh itu,
kadar pendapatan akan ditetapkan oleh permintaan syarikat untuk pekerja,
apabila pekerja kurang, gaji akan naik, apabila kerja kurang gaji akan turun.
Ciri pengagihan sistem pemberian gaji dalam ekonomi
sosialisme amat berbeda dengan sistem Kapitalisme yang telah diterangkan tadi
kerana Sosialisme menekankan konsep pemberian gaji secara agihan yang sama rata
kepada buruh dan majikan. Hal ini disebabkan, sistem ekonomi Sosialisme lebih
mementingkan pengeluaran untuk keperluan bukan kualiti yang diberikan dalam
pasaran. Di dalam sistem ekonomi Sosialisme hanya memastikan kecekapan ekonomi
untuk masyarakat dan disamping itu juga dapat meningkatkan kecekapan ekonomi
kepada negara telah menekankan kesaksamaan pendapatan dengan pengagihan gaji
secara sama rata kerana hendak membina militari yang kukuh semat-semata supaya
kerajaan dapat mengawal segala setiap aspek masyarakat.
D. Sosio-ekonomi masyarakat
Kapitalisme mempunyai ciri-ciri tahap sosio-ekonomi
kehidupan yang tinggi kerana individu dapat meningkatkan kekayaan yang
dimilikinya dan menambahkan harta serta pendapatan. Sehubungan dengan itu,
individu dapat menikmati kemewahan yang diusahakan untuk mengaut keuntungan.
Tambahan pula, setiap individu berhak untuk membeli barangan mengikut kehendak
dan kualiti yang ditawarkan dalam pasaran kerana pelbagai produk yang
ditawarkan oleh pengeluar dalam pasaran.
Bagi sosio-ekonomi dalam sistem ekonomi Sosialisme
pula, hubungan antara kelas sosio-ekonomi dalam masyarakat telah dipengaruhi
oleh kepentingan bersama yang berkisarkan pengeluaran. Hal ini bermakna, harta
yang dimiliki oleh setiap individu adalah kepunyaan hak milik bersama kerana
sosio-ekonomi dalam sistem ekonomi Sosialisme telah mewujudkan suatu sistem
organisasi sosial di mana hartanah dan kaedah pengeluaran dipegang secara
bersama.
E. Pencapaian buruh untuk
bekerja
Sistem ekonomi Kapitalisme yang menyatakan bahawa
kekayaan adalah milik secara bebas dan jika individu yang berusaha pasti akan
dapat mengaut keuntungan terutama harta yang sememangnya sedia ada dimilikinya.
Dalam pencapaian buruh untuk bekerja ini, dapat memberi motivasi kepada setiap
individu untuk terus bekerja dan menikmati kelebihan yang ditawarkan dalam
pasaran pekerjaan. Dalam sistem ekonomi Kapitalisme memberi jaminan dan
pulangan yang menguntungkan kepada buruh untuk bekerja agar memberi
perkhidmatan dan produk yang berkualiti. Sebagai contoh, kenaikan pangkat dan
kadar gaji ditingkatkan.
Pencapaian buruh dalam sistem ekonomi Sosialisme pula
adalah buruh tidak bermotivasi dan tidak dapat menghasilkan pengeluaran yang
berkualiti kerana tiada ganjaran. Kawalan sepenuhnya terhadap dasar awam telah
menyebabkan pekerja tidak bebas memiliki imbuhan gaji lebih walaupun berusaha
lebih dan memiliki kemahiran tertentu.
Dalam sistem ekonomi Sosialisme memberi kesan ekonomi
yang tidak begitu adil walaupun mementingkan kebajikan bersama kerana masih terdapat
pihak tertentu seperti ketua dan ahli parti birokrasi menikmati
kemewahan yang orang awam tidak boleh nikmati.
F. Kaedah urusan dalam sistem
Kaedah urusan dalam sistem ekonomi Kapitalisme telah
diterangkan oleh Adam Smith pada tahun 1776 iaitu ‘Wealth of Nations’
yang mempunyai hujahan mengenai piagam kebebasan yang diberikan kepada individu
atau masyarakat untuk mendapatkan kemajuan melalui usaha sendiri.
Sistem ekonomi Sosialisme pula, telah menumpukan
terhadap pengawalan idea, nilai dan kepercayaan bukan kuasa untuk kepentingan
diri sendiri seperti yang diterangkan tadi dalam kaedah urusan sistem
Kapitalisme. Oleh itu, kaedah urusan dalam Sosialisme, menekankan sistem
organisasi sosial di mana hartanah dan kaedah pengeluaran dipegang secara
bersama. Kaedah sistem urusan dalam Sosialisme menyatakan bahawa kerajaan perlu
mengawal segala aspek kehidupan masyarakat yang dikenali sebagai ‘Party
States’ di mana parti pemerintah mendominasi sebagai badan kerajaan.
Sehubungan dengan itu, ekonomi yang dirancang secara berpusat dipanggil ekonomi
yang diarah (Command Economics), di mana kerajaan memiliki semua sistem
pengeluaran dan merancang semua aktiviti ekonomi.[5]
BAB III
PENUTUP
3.1.Kesimpulan
Kesimpulannya, sistem ekonomi Kapitalisme dan sistem
ekonomi Sosialisme mempunyai ciri-ciri perbezaannya dan kedua-duanya mempunyai
pendekatan dan ideologi yang tersendiri untuk menegakkan pandangan bagi
kedua-dua sistem ekonomi iaitu Kapitlisme dan Sosialisme. Sistem ekonomi
Kapitalisme mempunyai ideologi hubungan dengan ekonomi yang liberal dan
penyataan bahawa ekonomi khususnya, kerajaan tidak harus campur tangan dalam
mekanisma pasaran bebas harus diberikan keutamaan kepada individu dan
msyarakat. Sistem ekonomi Sosialisme pula, memberikan pertimbangan antara
kepentingan individu untuk kebajikan bersama serta menentang segala bentuk
penindasan. Kemasukan Kapitalisme baru memberi ruang yang luas kearah
pendominasian ekonomi dan politik-politik besar ke atas negara-negara sedang
membangun. Menjelang abad ke-21, kolonialisme baru yang disokong oleh
kebangkitan Kapitalisme baru dan order baru dunia akan menjadi kemerdekaan
negara-negara membangun tetapi memberi impak ekonomi tergugat dan berhadapan
dengan dilema terhadap negara-negara sedang membangun.
DAFTAR PUSTAKA
Agustiati,
2014, Sistem Ekonomi Kapitalisme. Jurnal Universitas Tadoluko, [online] http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/academica/article/view/2326,
(diaksestanggal 01 juni 2017)
Hambali, Muhammad, 2009.
Konsep Kapitalisme Tentang Peran Negara Dibidang Ekonomi, [online] https://marx83.wordpress.com/2009/07/25/104/
(diakses tanggal 01 juni 2017 )
http://sahliza.blogspot.co.id/2014/01/kajian-perbezaan-sistem-kapitalisme-dan.html
(diakses 01 juni 2017)
Ismail Nawawi Uha, 2013, Isu-isu
Ekonomi Islam, Jakarta:VIV Press Jakarta.
Taher
Ibrahim, (1967), Islam, Marx dan Keynes,
Djarkata, Penerbitan Bulan Bintang.
[1]. Ismail
Nawawi Uha, Isu-isu Ekonomi Islam, (Jakarta:VIV Press Jakarta,
2013) hlm.506
[2]
Hambali, Muhammad, 2009. Konsep Kapitalisme Tentang Peran Negara Dibidang
Ekonomi, [online] https://marx83.wordpress.com/2009/07/25/104/ (diakses tanggal
01 juni 2017 )
[3]
Agustiati, 2014, Sistem Ekonomi Kapitalisme. Jurnal Universitas Tadoluko, [online]
http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/academica/article/view/2326, (diakses tanggal 01 juni 2017)
[4] Taher
Ibrahim, (1967), Islam, Marx dan Keynes, Djarkata, Penerbitan Bulan Bintang. Hal.
165
[5]
http://sahliza.blogspot.co.id/2014/01/kajian-perbezaan-sistem-kapitalisme-dan.html
(diakses 01 juni 2017)
Komentar
Posting Komentar