Kapitalis VS Sosialis



Tugas Individu

SISTEM EKONOMI
KAPITALIS VERSUS SOSIALIS

Dipresentasikan Dalam Mata Kuliah Perbandingan Sistem Ekonomi
Dosen Pengampu : Anas Malik,S.E.I., M.E.S







Disusun Oleh
Jefri Ari Sandi             1551010208




JURUSAN EKONOMI ISLAM / E / IV
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN
LAMPUNG
2016/2017





 KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT. yang telah memberikan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul “ Kapitalis versus Sosialis” di Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung Program Studi Ekonomi Islam. Penulis berharap agar semua pengetahuan dan pengalaman yang telah penulis peroleh dalam penulisan makalah ini dapat memberikan manfaat dan bekal di hari kemudian.

Atas segala keterbatasan yang dimiliki oleh penulis apabila ada kesalahan dan kekurangan penulis mohon maaf dan semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Kepada pihak yang telah membantu,penulis menyampaikan terima kasih. Kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan penulisan karya tulis selanjutnya.

                                               

Bandar Lampung, 01 juni 2017


Penulis










DAFTAR ISI

COVER
KATA PENGANTAR................................................................................... ...... ii
DAFTAR ISI.................................................................................................. ...... iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang.................................................................................... ...... 1
1.2. Rumusan Masalah................................................................................ ...... 1

BAB II PEMBAHASAN
2.1. Sistem Ekonomi Kapitalis................................................................... ...... 2
2.2. Sistem Ekonomi Sosialis...................................................................... ...... 4
2.3. Perbandingan Sistem Ekonomi Kapitalis dan Sosialis........................ ...... 8

BAB III PENUTUP
3.1. Kesimpulan.......................................................................................... ...... 13

DAFTAR PUSTAKA













BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Sistem ekonomi Kapitalisme dan sistem ekonomi Sosialisme mempunyai ciri-ciri yang berbeza. Kebanyakkannya negara telah mengamalkan sistem ekonomi Kapitalisme untuk meningkatkan lagi tahap ekonomi dan meningkatkan keuntungan dari segi kemajuan ekonomi bagi sesebuah negara dan sistem Kapitalisme mendominasi ekonomi dunia.
Kapitalisme didefinisikan sebagai sistem pasaran ekonomi bebas yang telah diperkenalkan di negara Eropah daripada abad ke-16 hingga abad ke-19. Konsep Kapitalisme lebih tertumpu kepada modal yang dimiliki seperti modal pengeluaran iaitu wang, harta, bangunan, dan mesin untuk mengoperasikan kilang dan ladang. Contoh negara yang mengamalkan Kapitalisme seperti negara Amerika Syarikat, United Kingdom, Australia, Perancis, Kanada dan Jerman.
Sosialisme pula didefinisikan sebagai sistem yang mementingkan ekonomi secara kerjasama dan khidmat sosial iaitu hak milik bersama antara individu dan juga negara (kerajaan). Sebagai contoh, pemberian gaji kepada buruh adalah sama dan dibahagi kepada pendapatan negara secara sama nilainya. Sosialisme berlaku secara evolusi iaitu perubahan mengikut perkembangan sejarah tanpa perubahan yang mendadak kerana sosialisme berlaku apabila wujud konflik dan revolusi daripada masyarakat yang tidak berpuas hati dengan sistem ekonomi yang telah wujud menyebabkan mereka berasa ditindas. Contoh negara yang mengamalkan sistem ekonomi secara sosialisme ialah negara Rusia yang percaya kebajikan masyarakat dapat dicapai jika melalui memiliknegarakan harta.

1.2. Rumusan Masalah
A.    Bagaimana sistem ekonomi kapitalis ?
B.     Bagaimana sistem ekonomi sosialis ?
C.     Apakah perbedaan antara sistem ekonomi kapitalis dan sosialis ?
BAB II
PEMBAHASAN

2.1.Sistem Ekonomi Kapitalis
Sistem ini dikenali sebagai sistem perusahaan bebas.Di bawah sistem ini seseorang individu berhak menggunakan dan mengawal barang-barang ekonomi yang diperolehinya. Mencegah orang lain dari menggunakan barang-barang itu dan memutuskan bagaimana barang-barang itu diuruskan setelah dia mati.
Dalam hal ini individu bebas berbuat apa sahaja dengan harta kekayaannya asal sahaja kegiatannya tid ak mengganggu hak orang lain. Oleh kerana hak-hak memiliki harta dibenarkan oleh masyarakat, keseluruhannya hak-hak ini boleh dibatasi melalui tindakan masyarakat.
Persaingan dianggap sebagai daya penggerak untuk menghasilkan operasi yang cekap. Pada umumnya persaingan dalam sistem kapitalis ini merupakan daya yang kuat dan dibenarkan berjalan lebih bebas berbanding dengan sistem-sistem ekonomi yang lain.

A.    Pilar-Pilar Sistem Ekonomi Kapitalis
System ekonomi kapitalis merupakan suatu system yang menyandarkan diri sepenuhnya pada :
1.      Hak milik Swasta (Private Property). lembaga ini merupakan elemen pokok dari kapitalisme, Ia menjamin bahwa setiap orang mempunyai hak untuk mencapai barang-barang ekonomi dan sumber-sumber daya melalui cara yang legal, mengadakan perjanjian-perjanjian sehubungan dengan penggunaannya dan apabila perlu menjualnya.
2.      Dibina oleh tangan yang tak terlihat (The Invisibel Hand). Prinsip tersebut menyatakan bahwa untuk mencapai hal yang terbaik untuk masyarakat.Setiap individu dalam sebuah masyarakat kapitalistik dimotivasi oleh kekuatan-kekuatan ekonomi sehingga ia akan bertindak sedemikian rupa untuk mencapai kepuasan terbesar dengan pengorbanan atau biaya yang sekecil-kecilnya.
3.      Individualisme ekonomi Laissez-Faire. Pernyataan ini menjadi kata kunci kapitalisme. Dalam arti bahwa tiadanya intervensi pemerintah akan menyebabkan timbulnya individualisme ekonomi dan kebebasan ekonomi
4.      Persaingan dan pasar-pasar bebas (free market competition). Prinsip bekerjanya mekanisme pasar menyebabkan terjadinya persaingan. Persaingan terjadi antara penjual barang-barang yang serupa untuk menarik pembeli; antara pembeli untuk mencapai barang-barang yang mereka inginkan; antara pekerja untuk memperoleh pekerjaan, antara pihak majikan untuk memperoleh pekerja, antara pembeli dan penjual sumber-sumber daya untuk mencapai syarat yang sebaik-baiknya.

B.     Kerangka Dasar Sistem Ekonomi Kapitalis
1.      Kelangkaan (Scarcity) sumber-sumber ekonomi. Terciptanya kelangkaan oleh karena adanya benturan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan terbatasnya (langkanya) barang-barang ekonomi yang tersedia.
2.      Pandangan tentang nialai (value) barang. Dalam sistem ekonomi kapitalis nilai merupakan sesuatu yang sangat urgen. Karena nilai merupakan suatu sarana untuk melihat faedah suatu barang dan jasa, juga untuk menentukan kemampuan produsen dan konsumen.
3.      Peranan harga dalam sistem ekonomi kapitalis. Dalam sistem ekonomi kapitalis, harga mempunyai peranan dalam kegiatan produksi, konsumsi, dan distribusi melalui struktur harga.

C.     Ciri-ciri Sistem Ekonomi Kapitalis
Ciri-ciri ekonomi kapitalis dapat dikemukakan sebagai berikut dibawah ini:
1.      Pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi dimana pemilikan alat-alat produksi ditangan individu dan individu bebas memilih pekerjaan/usaha yang dipandang baik bagi dirinya.
2.      Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar dimana pasar berfungsi memberikan “signal” kepada produsen dan konsumen dalam bentuk harga-harga.
3.      Campur tangan pemerintah diusahakan sekecil mungkin.
4.      Motif yang menggerakkan perekonomian mencari laba.
5.      Manusia dipandang sebagai mahluk homo-economicus, yang selalu mengejar kepentingan sendiri.
Adapun ciri-ciri lain sistem ekonomi kapitalis sebagai berikut.
1.      Semua alat dan sumber produksi berada di tangan perseorangan, masyarakat, atau perusahaan. Dengan demikian, masing-masing orang bebas mengalokasikan sumber daya yang dimiliki sesuai bakat, keahlian, dan keinginannya (free property).
2.      Adanya pembagian kelas dalam masyarakat, yaitu kelas pekerja (buruh) dan pemilik modal. Kaum pekerja pada umumnya tergantung pada keberadaan pemilik modal. Para pemilik modal inilah yang mendirikan usaha dan menggerakkan perekonomian dalam sistem pasar bebas.
3.      Adanya persaingan antarpengusaha untuk memperoleh laba sebesar-besarnya (profit motive). Bagi para pengusaha, laba merupakan sumber pengumpulan (akumulasi) modal. Laba yang tinggi berarti membuka kesempatan untuk memperluas usaha.
4.      Pemerintah tidak melakukan campur tangan dalam pasar, sehingga penentuan harga terjadi karena mekanisme pasar, yaitu hubungan antara permintaan (demand) dan penawaran (supply). Campur tangan negara dibatasi pada hal-hal yang tidak dapat diusahakan swasta namun menjadi syarat terselenggaranya pasar bebas, misalnya keamanan negara.[1]

2.2. Sistem Ekonomi Sosialis
Sosialisme adalah suatu ideologi yang menjadi gerakan yang hendak mengubah struktur kepemilikan masyarakat secara politis, serta ingin membangun suatu masyarakat baru atas dasar berbagai aliran dalam sosialisme. Pada Abad ke‑19 dan ke‑20, sosialisme merupakan salah satu jawaban terhadap krisis sosial akibat industrialisasi dan cara produksi kapitalis. Sosialisme mau menggantikan sistem kapitalis dengan suatu tatanan masyarakat yang lain. Sosialisme berpendapat bahwa manusia sebenarnya tak hanya bersifat egoistis, melainkan juga sosial. Manusia mampu mewujudkan hidup dalam kebersamaan yang akrab asal diberi kesempatan. Halangan utama adalah hak milik pribadi yang tidak terbagi rata. Ciri khas sosialisme ialah tuntutan penghapusan atau pembatasan hak milik pribadi sebagai sarana utama untuk membangun suatu masyarakat yang sekaligus bebas dan selaras. Cara mencapai tujuan berbeda-beda menurut macam-macam aliran sosialisme. Sosialisme ada yang ateis dan ada yang religius. Sosialisme Marxis (Karl Marx 1818-1883) yang menganggap dirinya sebagai “sosialisme ilmiah” bersifat ateis. Sosialisme tidak identik dengan Marxisme. Sosialisme yang bersumber pada ideologi Pancasila adalah sosialisme yang relegius. Hak milik perseorangan diakui tetapi mempunyai fungsi sosial.
Menurut Marx, tidak ada tempat bagi kapitalisme didalam kehidupan, maka upaya revolusioner harus dilakuakan untuk menghancurkan kapitalisme, alat-alat produksi harus dikuasai oleh Negara guna melindungi rakyat.Kritik Marx atas kapitalisme ini diimplementasikan oleh Lenin dalam bentuk institusi Negara. Pada awal mulanya Lenin mengutarakan beberapa hal yang harus dilakukan untuk mensosialisasikan paham baru kepada masyarakat Rusia setelah jatuhnya pemerintahan lama antara lain: Pertama,menggunakan propaganda bahwa komunisme adalah partai rakyat. Kedua, adanya infiltrasi organisasi-organisasi masyarakat, dan Ketiga, kekerasan, hal itu dilakukan untuk mengembangkan idiologi Lenin dalam masyarakat yang harus dimerdekakan dari penindasan pasar Rusia.[2]


A.    Faktor-faktor yang mendorong lahirnya sosialisme
1.      Karena adanya revolusi industri.
2.      Karena bangkitnya kaum borjuis (majikan) dan kaum proletar (buruh).
3.      Munculnya pemikiran-pemikiran baru yang lebih terpelajar dan lebih rasional terhadap kehidupan manusia dan masyarakat.
4.      Adanya tuntutan-tuntutan berlakunya demokrasi dari hasil Revolusi Perancis.

B.     Prinsip Dasar Sistem Ekonomi Sosialis
1.      Dalam sistem ekonomi sosialisme mempunyai beberapa prinsip dasar sebasagai berikut: Pemilikan Harta oleh Negara Seluruh bentuk produksi dan sumber pendapatan menjadi milik masyarakat secara keseluruhan. Hak individu untuk memiliki harta atau memanfaatkan produksi tidak diperbolehkan.
2.      Kesamaan Ekonomi Sistem ekonomi sosialis menyatakan, (walaupun sulit ditemui disemua Negara komunis) bahwa hak-hak individu dalam suatu bidang ekonomi ditentukan oleh prinsip kesamaan. Setiap individu disediakan kebutuhan hidup menurut keperluan masing-masing.
3.      Disiplin Politik Untuk mencapai tujuan diatas, keseluruhan Negara diletakkan dibawah peraturan kaum buruh, yang mengambil alih semua aturan produksi dan distribusi. Kebebasan ekonomi serta hak kepemilikan harta dihapus. Aturan yang diperlakukan sangat ketat untuk lebih menggefektifkan praktek sosialisme. Hal ini yang menunjukkan tanpa adanya upaya yang lebih ketat mengatur kehidupan rakyat, maka keberlangsungan system sosialis ini tidak akan berlaku ideal sebagaimana dicita-citakan oleh Marx, Lenin dan Stalin.




C.     Ciri-ciri sistem ekonomi Sosialis
1.       Lebih mengutamakan kebersamaan (kolektivisme).
Masyarakat dianggap sebagai satu-satunya kenyataan sosial,sedang individu-individu fiksi belaka. Tidak ada pengakuan atas hak-hak pribadi (individu) dalam sistem sosialis.
2.      Peran pemerintah sangat kuat.
Pemerintah bertindak aktif mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga tahap pengawasan. Alat-alat produksi dan kebijaksanaan ekonomi semuanya diatur oleh negara.
3.      Sifat manusia ditentukan oleh pola produksi.
Pola produksi (aset dikuasai masyarakat) melahirkan kesadaran kolektivisme (masyarakat sosialis). Pola produksi (aset dikuasai individu) melahirkan kesadaran individualisme (masyarakat kapitalis).
Teori pertentangan kelas tidak berlaku umum Tidak banyak kasus, hanya terjadi pada saat revolusi industri (abad pertengahan) dan revolusi Bolsevik tahun 1917). Di India banyak kasta, tapi tidak pernah terjadi revolusi sosial.
4.      Tidak ada kebebasan memilih pekerjaan.
Maka kreativitas masyarakat tehambat, produktivitas menurun, produksi dan perekonomian akan berhenti.
5.      Tidak ada insentive untuk kerja keras.
Maka tidak ada dorongan untuk bekerja lebih baik, prestasi dan produksi menurun, ekonomi mundur.
6.      Tidak menjelaskan bagaimana mekanisme ekonomi
7.      Karl Marx hanya mengkritik keburukan kapitalisme, tapi tidak menjelaskann mekanisme yang mengalokasikan sumber daya di bawah sosialisme.[3]

2.3.Perbedaan Sistem Ekonomi Kapitalis dan Sosialis [4]
Kategori
Kapitalisme
Sosialisme
Hak milik
Hak milik individu dan persendirian
Hak milik bersama kerana mementingkan kebajikan bersama
Kaedah pasaran
Pasaran bebas untuk mengeluarkan produk dalam pasaran
Ditentukan oleh kerajaan kerana terikat dengan undang-undang dan dasar Sosialisme
Sistem pemberian gaji
Pemberian gaji mengikut kualiti dan buruh menerima gaji lebih sebagai bonus
Pengagihan gaji secara saksama walaupun buruh bekerja lebih
Sosio-ekonomi masyarakat
Tahap kehidupan yang tinggi
Kualiti barangan yang rendah dalam pasaran
Pencapaian buruh untuk bekerja
Ada motivasi dan matlamat untuk meningkatkan kemahiran
Tiada motivasi daripada buruh untuk lebih mahir lagi
Kaedah urusan dalam sistem ekonomi
Perlu berusaha sendiri untuk memiliki kekayaan terutama golongan yang kaya semakin kaya, golongan yang miskin semakin miskin
Menggunakan kaedah orang tengah dalam berurusan sistem Sosialisme


A.    Hak milik
Sistem Kapitalisme menekankan konsep ekonomi hak milik persendirian iaitu setiap individu yang memilki harta adalah milik secara individu misalnya, pemilikan tanah secara individu dan tiada pihak lain yang akan mendapat sebahagian keuntungan yang dimiliki. Ciri hak milik individu ini dapat meningkatkan keuntungan dengan mengaut hasil kekayaan iaitu dengan hasil usaha individu itu sendiri tanpa melibatkan bantuan dan tidak perlu memberi sebahagian hasil yang dimilikinya kepada pihak yang lain. Ciri hak milik mengikut sistem ekonomi Sosialisme adalah berbeza kerana sistem ekonomi Sosialisme mempunyai ciri hak milik bersama kerana kekayaan sumber yang sedia ada adalah hak milik bersama dan negara.
Sehubungan dengan ciri hak milik bersama dalam sistem ekonomi sosialisme ini, menunjukkan bahawa terdapatnya kesaksamaan pekerjaan dan keuntungan. Hal ini bermaksud, masyarakat tidak memiliki kelebihan untuk memiliki pekerjaan yang lebih baik kerana keuntungan yang dimiliki tidak dapat dirasai kerana semua faedah keuntungan dibahagikan sama rata.

B.     Kaedah pasaran
Kapitalisme menggunakan kaedah pasaran yang bebas iaitu kebebasan kepada pihak pengeluar dan pembeli dalam pasaran diberi hak dan kuasa dalam sistem ekonomi Kapitalisme. Melalui konsep penawaran dan permintaan ini akan memberi peluang kepada pengeluar untuk mencari jalan mendapatkan keuntungan dengan mengenalpasti jenis produk yang ditawarkan kepada pembeli samada memenuhi kehendak dan keperluan pembeli. Oleh itu, dalam sistem ekonomi Kapitalisme, pengeluar bebas mengeluarkan produk dalam pasaran kerana semakin tinggi pengeluar menawarkan produk semakin tinggi persaingan pengeluar untuk mengeluarkan pengeluaran yang lebih bermutu dan berkualiti kepada pengguna.
Manakala dalam sistem ekonomi Sosialisme telah menolak ciri kaedah pasaran bebas yang diterangkan dalam Kapitalisme kerana sistem ekonomi Sosialisme mempunyai kaedah pasaran yang ditentukan oleh kerajaan dan tiada pasaran bebas seperti kapitalisme. Hal ini disebabkan sistem ekonomi Sosialisme lebih bersifat demokrasi terutama mementingkan hak golongan proletariat yang seharusnya turut mempunyai hak untuk memiliki kekayaan. Oleh itu, dalam sistem ekonomi Sosialisme mengawal kegiatan industri dan menggantikan prinsip pasaran bebas dengan prinsip kebajikan sosial.

C.     Sistem pemberian gaji
Ciri perbezaan yang amat ketara antara sistem ekonomi Kapitalisme dengan sistem ekonomi Sosialisme adalah ciri sistem pemberian gaji. Sistem pemberian gaji dalam Kapitalisme adalah mengikut kualiti yang dihasilkan oleh buruh dan buruh mempunyai hak untuk mendapatkan gaji lebih sebagai bonus yang dimiliki daripada pemberian majikan yang dikenali sebagai ganjaran kerana bekerja dengan lebih baik berbanding pekerja-pekerja yang lain. Dalam sistem ekonomi Kapitalisme memberi hak kepada individu yang mempunyai kemahiran yang diperlukan daripada majikan akan mendapat gaji yang lebih tinggi. Oleh itu, kadar pendapatan akan ditetapkan oleh permintaan syarikat untuk pekerja, apabila pekerja kurang, gaji akan naik, apabila kerja kurang gaji akan turun.
Ciri pengagihan sistem pemberian gaji dalam ekonomi sosialisme amat berbeda dengan sistem Kapitalisme yang telah diterangkan tadi kerana Sosialisme menekankan konsep pemberian gaji secara agihan yang sama rata kepada buruh dan majikan. Hal ini disebabkan, sistem ekonomi Sosialisme lebih mementingkan pengeluaran untuk keperluan bukan kualiti yang diberikan dalam pasaran. Di dalam sistem ekonomi Sosialisme hanya memastikan kecekapan ekonomi untuk masyarakat dan disamping itu juga dapat meningkatkan kecekapan ekonomi kepada negara telah menekankan kesaksamaan pendapatan dengan pengagihan gaji secara sama rata kerana hendak membina militari yang kukuh semat-semata supaya kerajaan dapat mengawal segala setiap aspek masyarakat.

D.    Sosio-ekonomi masyarakat
Kapitalisme mempunyai ciri-ciri tahap sosio-ekonomi kehidupan yang tinggi kerana individu dapat meningkatkan kekayaan yang dimilikinya dan menambahkan harta serta pendapatan. Sehubungan dengan itu, individu dapat menikmati kemewahan yang diusahakan untuk mengaut keuntungan. Tambahan pula, setiap individu berhak untuk membeli barangan mengikut kehendak dan kualiti yang ditawarkan dalam pasaran kerana pelbagai produk yang ditawarkan oleh pengeluar dalam pasaran.
Bagi sosio-ekonomi dalam sistem ekonomi Sosialisme pula, hubungan antara kelas sosio-ekonomi dalam masyarakat telah dipengaruhi oleh kepentingan bersama yang berkisarkan pengeluaran. Hal ini bermakna, harta yang dimiliki oleh setiap individu adalah kepunyaan hak milik bersama kerana sosio-ekonomi dalam sistem ekonomi Sosialisme telah mewujudkan suatu sistem organisasi sosial di mana hartanah dan kaedah pengeluaran dipegang secara bersama.

E.     Pencapaian buruh untuk bekerja
Sistem ekonomi Kapitalisme yang menyatakan bahawa kekayaan adalah milik secara bebas dan jika individu yang berusaha pasti akan dapat mengaut keuntungan terutama harta yang sememangnya sedia ada dimilikinya. Dalam pencapaian buruh untuk bekerja ini, dapat memberi motivasi kepada setiap individu untuk terus bekerja dan menikmati kelebihan yang ditawarkan dalam pasaran pekerjaan. Dalam sistem ekonomi Kapitalisme memberi jaminan dan pulangan yang menguntungkan kepada buruh untuk bekerja agar memberi perkhidmatan dan produk yang berkualiti. Sebagai contoh, kenaikan pangkat dan kadar gaji ditingkatkan.
Pencapaian buruh dalam sistem ekonomi Sosialisme pula adalah buruh tidak bermotivasi dan tidak dapat menghasilkan pengeluaran yang berkualiti kerana tiada ganjaran. Kawalan sepenuhnya terhadap dasar awam telah menyebabkan pekerja tidak bebas memiliki imbuhan gaji lebih walaupun berusaha lebih dan memiliki kemahiran tertentu.
Dalam sistem ekonomi Sosialisme memberi kesan ekonomi yang tidak begitu adil walaupun mementingkan kebajikan bersama kerana masih terdapat pihak tertentu seperti ketua dan ahli parti birokrasi menikmati kemewahan yang orang awam tidak boleh nikmati.

F.      Kaedah urusan dalam sistem
Kaedah urusan dalam sistem ekonomi Kapitalisme telah diterangkan oleh Adam Smith pada tahun 1776 iaitu ‘Wealth of Nations’ yang mempunyai hujahan mengenai piagam kebebasan yang diberikan kepada individu atau masyarakat untuk mendapatkan kemajuan melalui usaha sendiri.
Sistem ekonomi Sosialisme pula, telah menumpukan terhadap pengawalan idea, nilai dan kepercayaan bukan kuasa untuk kepentingan diri sendiri seperti yang diterangkan tadi dalam kaedah urusan sistem Kapitalisme. Oleh itu, kaedah urusan dalam Sosialisme, menekankan sistem organisasi sosial di mana hartanah dan kaedah pengeluaran dipegang secara bersama. Kaedah sistem urusan dalam Sosialisme menyatakan bahawa kerajaan perlu mengawal segala aspek kehidupan masyarakat yang dikenali sebagai ‘Party States’ di mana parti pemerintah mendominasi sebagai badan kerajaan. Sehubungan dengan itu, ekonomi yang dirancang secara berpusat dipanggil ekonomi yang diarah (Command Economics), di mana kerajaan memiliki semua sistem pengeluaran dan merancang semua aktiviti ekonomi.[5]


BAB III
PENUTUP

3.1.Kesimpulan
Kesimpulannya, sistem ekonomi Kapitalisme dan sistem ekonomi Sosialisme mempunyai ciri-ciri perbezaannya dan kedua-duanya mempunyai pendekatan dan ideologi yang tersendiri untuk menegakkan pandangan bagi kedua-dua sistem ekonomi iaitu Kapitlisme dan Sosialisme. Sistem ekonomi Kapitalisme mempunyai ideologi hubungan dengan ekonomi yang liberal dan penyataan bahawa ekonomi khususnya, kerajaan tidak harus campur tangan dalam mekanisma pasaran bebas harus diberikan keutamaan kepada individu dan msyarakat. Sistem ekonomi Sosialisme pula, memberikan pertimbangan antara kepentingan individu untuk kebajikan bersama serta menentang segala bentuk penindasan. Kemasukan Kapitalisme baru memberi ruang yang luas kearah pendominasian ekonomi dan politik-politik besar ke atas negara-negara sedang membangun. Menjelang abad ke-21, kolonialisme baru yang disokong oleh kebangkitan Kapitalisme baru dan order baru dunia akan menjadi kemerdekaan negara-negara membangun tetapi memberi impak ekonomi tergugat dan berhadapan dengan dilema terhadap negara-negara sedang membangun.


DAFTAR PUSTAKA

Agustiati, 2014, Sistem Ekonomi Kapitalisme. Jurnal Universitas Tadoluko, [online] http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/academica/article/view/2326, (diaksestanggal 01 juni 2017)
Hambali, Muhammad, 2009. Konsep Kapitalisme Tentang Peran Negara Dibidang Ekonomi, [online] https://marx83.wordpress.com/2009/07/25/104/ (diakses tanggal 01 juni 2017 )
Ismail Nawawi Uha, 2013, Isu-isu Ekonomi Islam, Jakarta:VIV Press Jakarta.
Taher Ibrahim, (1967), Islam, Marx dan Keynes, Djarkata, Penerbitan Bulan Bintang.


[1]. Ismail Nawawi Uha, Isu-isu Ekonomi Islam, (Jakarta:VIV Press Jakarta, 2013)  hlm.506
[2] Hambali, Muhammad, 2009. Konsep Kapitalisme Tentang Peran Negara Dibidang Ekonomi, [online] https://marx83.wordpress.com/2009/07/25/104/ (diakses tanggal 01 juni 2017 )
[3] Agustiati, 2014, Sistem Ekonomi Kapitalisme. Jurnal Universitas Tadoluko, [online] http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/academica/article/view/2326,  (diakses tanggal  01 juni 2017)
[4] Taher Ibrahim, (1967), Islam, Marx dan Keynes, Djarkata, Penerbitan Bulan Bintang. Hal. 165

Komentar